Resiko Tidak Membayar Pinjaman Online dan solusi-nya

Posted on



Resiko Tidak Membayar Pinjaman Online dan solusi-nya

rekomenaja.com – Beberapa tahun belakangan ini, marak kejadian debitur yang mempunyai pengalaman tak membayar pinjaman online, sehingga kasus pinjaman online yang tak berperikemanusiaan juga semakin banyak.
Hadirnya pinjaman online melalui fintech menjadi pilihan alternatif masyarakat di masa milenial ini. Akses kredit yang dulu hanya terbatas di bank saja, sekarang lebih besar dengan kehadiran fintech.
Dengan bermodalkan smartphone dan KTP, setiap orang dapat mengajukan pinjaman online langsung cair dalam hitungan menit. Inovasi ini pula yang mendorong bank-bank untuk menawarkan pinjaman online (pinjol) layaknya perusahaan fintech.
Akan tetapi, perlu Kamu ketahui bahwa pinjaman online akan tetap dikenakan bunga serta jika terlewat membayar angsuran sesuai tanggal yang telah ditentukan, maka akan dikenakan denda. Jika saat ini Kamu lagi membaca artikel ini, berarti Kamu lagi mengalami kredit macet atau sekedar iseng ingin tahu resiko tidak membayar pinjaman online.
Apapun alasannya, jika tujuannya hanya untuk mendapatkan informasi lengkap terkait pengalaman tidak membayar pinjaman online, maka pilihan Kamu sangat tepat. Jadi, sebaiknya Kamu tidak hanya sekedar membaca artikel ini, akan tetapi juga harus mengetahui serta mengaplikasikannya. Bisa jadi, ini akan bermanfaat bagi Kamu di kemudian hari.

Tanpa basa-basi lagi, langsung saja kita telaah pengalaman tidak membayar pinjaman online bersama solusinya.

1. Diberi Peringatan

Umumnya, jika Kamu mengajukan pinjaman online di fintech atau bank, Kamu akan diberikan jadwal pembayaran angsuran sesuai perjanjian di awal. Jadi, biasanya pihak bank akan mengingatkan Kamu 3 hari sebelum jatuh tempo.
Karena bersifat online, maka pihak bank mengingatkan Kamu dengan cara online pula, seperti melalui notifikasi email, SMS atau telepon.

2. Restrukturisasi Kredit


Namun, jika masih belum bisa melunasi angsuran, maka Kamu bisa melakukan jalan keluar restrukturisasi kredit dengan pihak fintech atau bank, seperti:

  • Memperpanjang jangka waktu kredit.
  • Memangkas suku bunga pinjaman.
  • Mengurangi pokok utang.
  • Menambahkan dana pinjaman jika memiliki usaha yang dianggap bagus serta berpotensi.
  • Mengubah pinjaman menjadi modal sementara.

Perlu Anda ketahui cara di atas hanya berlaku untuk fintech atau bank yang legal (resmi) yang telah terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Jadi, pastikan dahulu sebelum mengajukan pinjaman.


Lantas, bagaimana jika terlanjur mendapatkan pinjaman online dari fintech ilegal?

Umumnya, fintech ilegal tidak terikat dengan OJK. Jadi, prosedur penagihannya pun tidak sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan oleh AFPI (Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia).
Nah, bisa jadi Anda akan diteror setiap hari atau bahkan sahabat dan keluarga Anda akan diteror juga, seperti kasus pinjaman online yang kini marak terjadi.

3. Dikenakan Denda Tambahan

Jika Kamu berpikir karena pengajuan kredit dilakukan secara online tanpa tatap muka, maka penagihan kredit tidak akan dilakukan. Kamu salah besar!
Pasalnya, setiap tunggakan yang tak dibayar akan dikenakan hukuman 100% dari jumlah pokok pinjaman di awal.
Misalnya, Kamu berutang Rp10 juta dan tak membayar sesuai perjanjian, maka tunggakan akan dikalikan dua kali lipat menjadi Rp20 juta, dan akan terus bertambah sampai Kamu mampu melunasinya.
Harus diingat, pinjaman yang tak dilunasi tidak akan hilang! Tetapi, akan menjadi bumerang, seperti kasus yang dialami oleh Melia, warga asal Surabaya yang mempunyai pengalaman tidak membayar pinjaman online di 30 perusahaan fintech. Melia mengaku awalnya berutang Rp1,5 juta di satu fintech saja. Tetapi, karena tidak mampu membayar tagihan, sehingga dia meminjam ke fintech lain untuk menutupi utangnya tersebut.
Ternyata, aksi gila ini malah membuat Melia jadi putus asa. Akhirnya, tunggakan yang awalnya Rp1,5 juta itu mencapai Rp30 juta. Semoga Kamu bukan menjadi korban selanjutnya.

Pemecahan Yang Bisa Dilakukan
  • Ajukan jumlah anggaran sesuai dengan kemampuan Kamu untuk melunasinya.
  • Pinjam di saat keadaan darurat saja.
  • Gunakan kredit online sebagai pilihan terakhir jika tidak ada solusi lain lagi.
 

4. Keluarga atau Kerabat Dekat Diteror

Jika Kamu tak merespon dan menghindar saat dihubungi oleh pihak fintech atau bank, maka bersiaplah menghadapi mereka. Sebab, mereka tak akan diam begitu saja.
Hal pertama yang akan dilakukan adalah menelepon keluarga atau kerabat dekat. Bagaimana mereka bisa mendapatkan nomor telepon keluarga atau kerabat Kamu? Jadi, saat pertama kali Kamu mengajukan kredit online, Kamu biasanya dimintai nomor keluarga atau kerabat. Nah, dari situlah mereka mengetahuinya.
Mungkin tidak hanya sekali tetapi mereka akan terus menerus menelepon keluarga, kerabat, atau teman Kamu sampai Kamu menghubungi pihak fintech atau bank kembali. Jangan sampai Kamu dikeluarkan dari tempat bekerja atau bahkan dimusuhi oleh orang-orang yang Kamu sayangi hanya karena tidak mampu melunasi utang.
Seperti kasus yang dialami Dona yang harus kehilangan pekerjaan karena teman-teman kerjanya terus menerus diteror oleh penagih utang (debt collector). Tidak hanya itu juga, berdasarkan data dari Lembaga Bantuan Hukum Jakarta, ada korban pinjol illegal yang diceraikan pasangan karena tidak mau diteror terus.
Jika terlilit utang pinjol, jangan pendam seorang diri sebab bisa jadi akan menyusahkan Kamu kelak.
Apabila masih mempunyai keluarga, Kamu dapat menerangkan perihal yang Kamu alami karena siapa tahu keluarga Kamu dapat memberikan jalan keluar dengan cara memberikan tambahan dana untuk meringankan beban pinjaman.

5. Terus-menerus Ditagih

Jangan kira karena kredit dilakukan dengan cara online, maka cara penagihan pun dilakukan dengan cara online.
Layanan pinjol juga menggunakan debt collector apabila ada nasabah yang tak membayar angsuran setelah jatuh tempo. Ini sah saja selama prosedur yang dilakukan masih sesuai dengan aturan yang diberlakukan AFPI.
Akan tetapi, harus Kamu ketahui bahwa cara menagih pinjaman antara fintech legal dan fintech ilegal tentunya berbeda. Pasalnya, debt collector yang berasal dari fintech resmi memiliki dokumen untuk melakukan penagihan yang dikeluarkan oleh AFPI.

Info Peraturan OJK

Selain itu, berdasarkan peraturan OJK, debt collector cuma bisa menagih pinjaman saat debitur sudah 90 hari telat membayar pinjol.
Jadi, saat keterlambatan pembayaran tersebut masih kurang dari 90 hari, maka penagih pinjaman bisa datang untuk menagih. Akan tetapi, setelah kredit tertunggak maksimal 90 hari, maka pihak debt collector fintech tidak bisa memaksa juga.
Sebagai konsekuensinya, debitur akan dimasukkan dalam daftar hitam (blacklist) yang tidak bisa mendapatkan pinjaman dari fintech maupun perbankan. Namun, jika pinjaman yang tertunggak tersebut dapat dilunasi, maka daftar hitam debitur tersebut akan dihapus dan bisa mengajukan kredit lagi ke depannya.
Akan tetapi, jika fintech ilegal, maka cara menagih pinjaman saja akan cenderung kasar. Karena tak ada sistem tegas untuk fintech ilegal, bisa saja preman yang disewa untuk menagih pinjaman tersebut dengan cara meneror atau bahkan menggunakan cara kekerasan.
Solusi yang dapat dilakukan adalah mulai hidup hemat untuk mengurangi pengeluaran berlebihan agar tagihan angsuran dapat terlunasi. Jadi, tak ada salahnya jika dari sekarang Kamu menyampingkan tujuan berbelanja busana, tas, sepatu serta lain-lain selama masih memiliki kredit pinjol.

6. Pelaporan SLIK OJK


Debitur yang tidak dapat melunasi utang setelah ditagih debt collector akan langsung masuk dalam daftar hitam SLIK OJK.
Ini artinya, Anda tidak akan bisa mengajukan pinjaman di fintech ataupun bank mana pun. Namun, hal ini tentu berbeda jika Anda menggunakan fintech ilegal karena mereka akan melakukan berbagai cara untuk menagih utang bahkan dengan cara yang melanggar hukum sekali pun.

Solusi

Saat ini, ada banyak kerja sampingan yang memerlukan modal usaha kecil bahkan tidak sama sekali membutuhkan modal usaha.
Misalnya, kerja sebagai pengemudi ojek online (ojol), penulis lepas, atau jualan online untuk mendapatkan tambahan penghasilan. Pilihlah kerja sampingan yang sesuai skill dan hobi Anda agar tidak cepat bosan dan hasilnya memuaskan.

7. Pencemaran Nama Baik


Kini semakin marak pelecehan nama baik yang dilakukan oleh fintech ilegal. Biasanya hal ini disebabkan oleh debitur yang tidak mampu melunasi utangnya.
Bahkan tidak sedikit yang melakukan teror hingga kekerasan saat melakukan penagihan.Pengalaman tidak membayar pinjaman-online tentunya tidak diharapkan oleh siapa pun. Sayangnya, masih banyak calon debitur yang belum tahu dan bijak dalam memilih fintech atau bank. Tidak heran, jumlah korban pinjol ilegal ini semakin bertambah.
Jika Anda menerima perlakuan yang tidak menyenangkan, seperti teror, kekerasan, atau pelecehan nama baik.
Alangkah baiknya Anda segera melaporkan perlakuan buruk tersebut ke pihak berwajib, dalam hal ini kepolisian. Selain lapor polisi, Anda juga dapat melaporkan perlakuan buruk ke OJK, Bank Indonesia, AFPI, atau YLKI.

Kontak Lembaga Yang Dapat Dihubungi:

8. Penyitaan barang

Jika Kamu tak dapat melunasi pinjaman, tentunya pihak fintech atau bank tidak mau rugi. Artinya, mereka akan mencari cara lain agar uang yang dipinjamkan kembali. Salah satu trik yang umumnya dilakukan sama kubu fintech atau bank adalah beserta meminta arta substansi debitur.
Tak heran jika pengusaha-pengusaha terkadang gulung tikar atau bangkrut karena rumah atau kantornya disita oleh bank. Hal itu terjadi karena terlilit utang dengan bunga yang tidak sedikit. Jika Kamu mengalami hal ini, solusi yang bisa dilakukan adalah melakukan negosiasi dengan pihak fintech atau bank untuk menurunkan bunga kredit.
Dengan cara ini, jumlah pinjaman bisa menurun dan makin mudah untuk dilunasi.

9. Lunasi Pinjaman Tepat Waktu!


Demikian pengalaman tidak membayar pinjaman-online yang sobat rekomenaja.com bisa alami. Hendaknya sobat RekomenAja makin bijaksana lagi dalam menggunakan dana pinjaman.

Jika Kamu memiliki pinjaman di salah satu fintech atau bank, prioritaskan untuk membayar pinjaman tepat waktu daripada memenuhi keinginan lain yang tidak terlalu penting. Semoga bermanfaat dan selamat mencoba.